Muhasabah
Hidup itu seperti embun
yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap
Ketika bangga orang lain memuji
lupa bahwa semua hanya titipan
Tapi mengapa tidak pernah bertanya
mengapa dia menitipkannya padaku?
untuk apa dia menitipkan semuanya padaku
Dan kalau bukan milikku
apa yang seharusnya aku lakukan untuk milik-Nya?
Mengapa hatiku justru terasa berat
ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya
Malahan ketika diminta kembali
kusebut itu musibah
kusebut itu ujian
kusebut itu petaka
kusebut itu apa saja untuk melukiskan
semua itu adalah derita
Ketika berdoa
kuminta titipan yang cocok dengan kebutuhan duniawi
Aku ingin lebih banyak harta
Aku ingin lebih banyak mobil
Aku ingin lebih banyak rumah
Aku ingin lebih banyak popularitas
Dan kutolak sakit
Kutolak kemiskinan
Seolah semua derita adalah hukuman bagiku
Seolah keadilan dan kasih-Nya
harus berjalan seperti penyelesaian matematika
dan sesuai dengan kehendakku
Ketika rajin beribadah
maka selayaknyalah derita itu menjauh dariku
Dan nikmat dunia seharusnya kerap menghampiriku
Betapa curangnya aku
Kuperlakukan Allah seolah Partner Kerja-ku
dan bukan sebagai Kekasih
Kuminta Allah membalas perlakuan baikku
dan menolak keputusan-Nya yang tidak sesuai dengan keinginanku
Yaa Allah..
Padahal setiap hari kuucapkan
Hidup dan Matiku hanyalah untuk-Mu ya Allah
Ampuni aku ya Allah
Mulai hari ini
ajari aku agar menjadi pribadi yang selalu bersyukur
dalam setiap keadaan
dan menjadi bijaksana
mau menuruti kehendak-Mu saja ya Allah
Sebab aku yakin
Engkau akan memberikan anugerah dalam hidupku
Kehendak-Mu adalah yang terbaik bagiku
Ketika aku ingin hidup kaya
Aku lupa,
bahwa hidup itu sendiri adalah sebuah kekayaan
Ketika aku berat untuk memberi
Aku lupa,
bahwa semua yang aku miliki juga adalah pemberian
Ketika aku ingin jadi yang terkuat
Aku lupa,
bahwa dalam kelemahan
Tuhan memberikan aku kekuatan
Ketika aku takut rugi
Aku lupa,
bahwa hidupku adalah sebuah keberuntungan
karena Anugerah-Nya
Ternyata hidup ini sangat indah
ketika kita selalu bersyukur kepada-Nya
------------------------------------------------------------------------------------
Bukan karena hari ini indah kita bahagia
Tetapi karena kita bahagia,
maka hari ini menjadi indah
Bukan karena tak ada rintangan kita menjadi optimis
Tetapi karena kita optimis,
rintangan akan menjadi tak terasa
Bukan karena mudah kita yakin bisa
Tetapi karena kita yakin bisa,
semuanya menjadi mudah
Bukan karena semua baik kita tersenyum
Tetapi karena kita tersenyum,
maka semua menjadi baik
Tak ada hari yang menyulitkan kita,
kecuali kita sendiri yang membuat sulit
Bila kita tidak dapat menjadi jalan besar
Cukuplah menjadi jalan setapak yang dapat dilalui orang
Bila kita tidak dapat menjadi matahari
Cukuplah menjadi lentera,
yang dapat menerangi sekitar kita
Bila kita tidak dapat berbuat sesuatu untuk seseorang
maka berdoalah untuk kebaikan
yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap
Ketika bangga orang lain memuji
lupa bahwa semua hanya titipan
Tapi mengapa tidak pernah bertanya
mengapa dia menitipkannya padaku?
untuk apa dia menitipkan semuanya padaku
Dan kalau bukan milikku
apa yang seharusnya aku lakukan untuk milik-Nya?
Mengapa hatiku justru terasa berat
ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya
Malahan ketika diminta kembali
kusebut itu musibah
kusebut itu ujian
kusebut itu petaka
kusebut itu apa saja untuk melukiskan
semua itu adalah derita
Ketika berdoa
kuminta titipan yang cocok dengan kebutuhan duniawi
Aku ingin lebih banyak harta
Aku ingin lebih banyak mobil
Aku ingin lebih banyak rumah
Aku ingin lebih banyak popularitas
Dan kutolak sakit
Kutolak kemiskinan
Seolah semua derita adalah hukuman bagiku
Seolah keadilan dan kasih-Nya
harus berjalan seperti penyelesaian matematika
dan sesuai dengan kehendakku
Ketika rajin beribadah
maka selayaknyalah derita itu menjauh dariku
Dan nikmat dunia seharusnya kerap menghampiriku
Betapa curangnya aku
Kuperlakukan Allah seolah Partner Kerja-ku
dan bukan sebagai Kekasih
Kuminta Allah membalas perlakuan baikku
dan menolak keputusan-Nya yang tidak sesuai dengan keinginanku
Yaa Allah..
Padahal setiap hari kuucapkan
Hidup dan Matiku hanyalah untuk-Mu ya Allah
Ampuni aku ya Allah
Mulai hari ini
ajari aku agar menjadi pribadi yang selalu bersyukur
dalam setiap keadaan
dan menjadi bijaksana
mau menuruti kehendak-Mu saja ya Allah
Sebab aku yakin
Engkau akan memberikan anugerah dalam hidupku
Kehendak-Mu adalah yang terbaik bagiku
Ketika aku ingin hidup kaya
Aku lupa,
bahwa hidup itu sendiri adalah sebuah kekayaan
Ketika aku berat untuk memberi
Aku lupa,
bahwa semua yang aku miliki juga adalah pemberian
Ketika aku ingin jadi yang terkuat
Aku lupa,
bahwa dalam kelemahan
Tuhan memberikan aku kekuatan
Ketika aku takut rugi
Aku lupa,
bahwa hidupku adalah sebuah keberuntungan
karena Anugerah-Nya
Ternyata hidup ini sangat indah
ketika kita selalu bersyukur kepada-Nya
------------------------------------------------------------------------------------
Bukan karena hari ini indah kita bahagia
Tetapi karena kita bahagia,
maka hari ini menjadi indah
Bukan karena tak ada rintangan kita menjadi optimis
Tetapi karena kita optimis,
rintangan akan menjadi tak terasa
Bukan karena mudah kita yakin bisa
Tetapi karena kita yakin bisa,
semuanya menjadi mudah
Bukan karena semua baik kita tersenyum
Tetapi karena kita tersenyum,
maka semua menjadi baik
Tak ada hari yang menyulitkan kita,
kecuali kita sendiri yang membuat sulit
Bila kita tidak dapat menjadi jalan besar
Cukuplah menjadi jalan setapak yang dapat dilalui orang
Bila kita tidak dapat menjadi matahari
Cukuplah menjadi lentera,
yang dapat menerangi sekitar kita
Bila kita tidak dapat berbuat sesuatu untuk seseorang
maka berdoalah untuk kebaikan

Komentar
Posting Komentar